Konversi KTI
Biaya mengonversi KTI menjadi Buku Rp.2.000.000,-
Memahami pentingnya mengkonversi karya ilmiah menjadi buku tentu sangat penting, khususnya bagi kalangan akademisi seperti dosen. Dimana dosen memiliki tugas pokok menulis dan melakukan publikasi terhadap hasil penelitian.
Hasil penelitian biasanya dibuat menjadi KTI atau Karya Tulis Ilmiah, baik dalam bentuk artikel ilmiah maupun dalam bentuk lainnya. Jika KTI ini hanya dibaca kalangan terbatas yang paham dunia ilmiah, pertimbangkan agar KTI ini bisa dibaca oleh masyarakat banyak.
Yakni dengan mengkonversikannya menjadi buku yang lebih banyak menggunakan kosakata umum bukan ilmiah. Proses konversi memang tidak mudah apalagi jika dosen tidak memiliki pengalaman serupa sebelumnya.
Bagi dosen dan peneliti, proses konversi karya ilmiah menjadi buku sangatlah penting karena memberi banyak sekali manfaat. Berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan pentingnya mengkonversi karya ilmiah menjadi buku:
1. Penghargaan Atas Kerja Keras Menyusun Karya Ilmiah
Mengubah karya ilmiah menjadi buku bisa disebut sebagai upaya untuk meningkatkan dan mendapatkan penghargaan. Yakni terhadap kerja keras yang telah dilakukan saat menulis karya ilmiah tersebut.
Saat menulis skripsi misalnya, dijamin memakan waktu berbulan-bulan dengan seabrek kegiatan kepenulisan. Jangan biarkan skripsi ini usang di pojok rak buku, melainkan dibuat buku dan diterbitkan.
Sehingga hasil tulisan tersebut dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Pemanfaatannya secara tidak langsung merupakan bentuk penghargaan pembaca terhadap kerja keras dalam menyusunnya.
2. Memberi Kontribusi pada Dunia Pendidikan
Pentingnya mengkonversi karya ilmiah menjadi buku adalah bisa memberi kontribusi pada dunia pendidikan. Sebab buku hasil konversi bisa dijadikan referensi di dunia pendidikan.
Misalnya dibaca oleh mahasiswa untuk mendampingi kegiatan belajar mereka secara mandiri di rumah. Selain itu bisa dijadikan media bantu mengajar bagi dosen agar bisa memberi penjelasan materi secara mendalam dengan bahasa lebih umum.
3. Meningkatkan Jenjang Karir Akademik
Menulis dan menerbitkan buku termasuk ke dalam tugas dosen di seluruh Indonesia. Sesuai dengan aturan yang berlaku, berhasil menerbitkan buku akan diganjar dengan penambahan poin angka kredit atau KUM.
Jika KUM sudah terkumpul dalam jumlah tertentu maka menjadi kunci bagi dosen untuk bisa mengajukan jabatan akademik. Sehingga rajin menerbitkan buku membantu dosen mengembangkan karir akademiknya.
Karir dosen yang berkembang tidak lantas hanya menguntungkan dosen yang bersangkutan. Tapi juga institusi, sebab semakin banyak dosen memangku jabatan fungsional tinggi maka nilai akreditasi dari BAN-PT akan semakin tinggi.
4. Mengkonversi Karya Ilmiah Menjadi Rupiah
Harus diakui mengkonversi karya ilmiah menjadi buku juga memberi peluang menerima penghasilan tambahan. Sebab buku yang terjual akan memberi royalti yang cair setidaknya 2x dalam setahun.
Jadi, pentingnya mengkonversi karya ilmiah menjadi buku tidak hanya menguntungkan bagi dunia akademik saja. Namun juga memberi keuntungan finansial bagi penulisnya.
5. Memperluas Manfaat Karya Ilmiah
Karya tulis ilmiah disusun dengan bahasa ilmiah karena memang target pembacanya adalah masyarakat ilmiah. Padahal jumlah masyarakat ilmiah dengan masyarakat umum terpaut jauh, dimana masyarakat umum jumlahnya lebih banyak.
Jika karya ilmiah dikonversi ke buku dengan bahasa umum maka target pasarnya adalah masyarakat umum tadi. Sehingga isinya bisa dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat dan kemudian meningkatkan manfaat dan peran hasil penelitian di dalamnya.
6. Mengasah Keterampilan Menulis
Bagi dosen yang memilih melakukan konversi karya ilmiah secara mandiri, yakni tanpa jasa profesional. Maka langkah satu ini bisa membantu mengasah keterampilan menulis. Kenapa?
Sebab sekalipun sama-sama tulisan, cara pemaparan antara karya ilmiah dengan buku umum berbeda. Jika konversi dilakukan maka penulis bisa mengasah keterampilan menulis dengan bahasa yang cocok untuk masyarakat awam.
Tidak tertutup kemungkinan di masa mendatang akan menulis lebih banyak buku dengan menggunakan bahasa umum tersebut. Sehingga kualitas tulisan dari waktu ke waktu semakin membaik.
Sehingga seberat apapun topik bukunya dijamin enak dibaca dan mudah dipahami. Sebab mampu disampaikan dengan cara yang baik dan menarik, proses membaca isinya kemudian tidak merasa bosan sama sekali.
7. Bagian dari Akademik Branding Dosen
Menerbitkan buku harus diakui mampu meningkatkan popularitas dosen yang melakukannya. Sebab namanya sebagai penulis dan ahli di bidang sesuai topik buku tersebut semakin dikenal luas. Khususnya di kalangan akademisi.
Langkah konversi karya ilmiah menjadi buku kemudian bisa disebut sebagai bagian dari akademik branding dosen. Sebab lewat langkah ini dosen bisa memperkenalkan diri secara profesional ke hadapan masyarakat luas.
Tidak hanya memperkenalkan diri sendiri dan bidang keilmuan yang ditekuni. AKan tetapi juga mempromosikan institusi tempatnya mengabdi karena mencantumkan informasi bahwa penulis adalah dosen di sebuah perguruan tinggi.
Tim Konversi KTI
Andis Syah Putra, S.IP, M.Ak
- Lulusan Universitas Bengkulu
- Dosen LP3I/AAMP Bengkulu
- Penulis Buku
- Profesional dan Pengerjaan Cepat